Catatanku...

Mata adalah salah satu anugerah terindah yang diberikan tuhan untuk kita

Gunadarma University

Welcome To Gunadarma University

Keindahan Bumi

Jagalah bumi kita jangan kau rusak kawan!!!

Pensil Warnaku...

Buatlah catatan warna kehidupan kamu dengan warna terindah

Gelap Terang Kehidupan

Jalan ini tidak selamanya terang dia akan menjadi gelap sewaktu-waktu

Kamis, 31 Desember 2015

TENTANG HASIL YANG SUDAH DIDAPAT



Hasil yang sudah saya dapatkan dari dulu hingga sekarang dari semua pembelajaran yang saya dapat, saya sudah dapat bekerja ketika kuliah, kemampuan saya banyak dihargai beberapa perusahaan dan saya juga bisa mencari uang dengan kemampuan yang saya miliki saya bisa membuat website, video, program, desain dan lainnya, saya juga bekerja di Puncak Pass Resort sebagai Design Grafis dan juga Web Development, dan hingga sekarang saya bekerja di PT Jakarta International Expo di divisi digital marketing sebagai Web Develop, Web Management. Dan yang paling penting dalam dunia perkuliahan, saya tetap berjalan beriringan, saya juga dapat menyelesaikan Penulisan Ilmiah (PI) saya tepat waktu, penulisan ini digunakan sebagai salah satu syarat untuk lulus dari Universitas Gunadarma, penulisan yang saya buat adalah “Merancang dan Membangun Online Reservasi Pada Puncak Pass Resort”.

TENTANG PROSES MENYESUAIKAN DIRI TERHADAP KEBUTUHAN IT DI INDUSTRI



Untuk menyesuaikan hal tentang kebutuhan kebutuhan IT diindustri yang utama kita sebagai manusia harus mampu bersaing, ribuan programmer terlahir setiap tahunnya, hanya dengan kemampuan yang lebihlah kita mampu menjadi SDM yang berkualitas, dalam industry IT pergerakan teknologi semakin berkembang terus dunia IT industry yang begitu sangat dinamis memaksa para pekerjanya untuk terus belajar dan belajar, saran saya pribadi hanya dengan terus mengupdate kemampuan dalam dunia IT lah kita mampu memenuhi kebutuhan kebutuhan dalam dunia IT industry, Cuma 1 kata kuncinya teruslah belajar, kuasai diri sendiri, rajin membaca dan terus berkarya.

TENTANG BERKACA PADA DIRI SENDIRI



Saya Raditya Pahlepi seorang mahasiswa tingkat akhir di universitas gunadarma, dari kecil hobi dan kegemaran saya adalah komputer, saya sangat tertarik dan suka sekali dengan komputer dari kecil pun saya sudah dikenalkan oleh orang tua dengan komputer. Semua hal yang berkaitan tentang komputer dari dulu saya sudah pelajari. Menurut saya pada waktu itu bahkan sampai sekarang komputer itu sangat menarik dan kita bisa melakukan apa saja didalamnya. Disisi lain minat saya atau kegemaran saya pun bervariasi saya menyukai musik dan  sangat senang bermain alat musik terutama bermain gitar, saya suka travelling dan masih banyak lagi, kembali kepada pembahasan mengenai hobi saya pada komputer, bukan hanya tertarik pada apa yang bisa dikerjakan komputer saya pun ingin mempelajari komputer dari hardware hingga software, dan ketertarikan saya lebih mendalam terhadap software sehingga saya memutuskan mengambil kuliah dengan jurusan system informasi diuniversitas gunadarma. dari perjalanan hidup saya yang selalu ingin tau banyak hal tentang kegemara - kegemaran saya sejak kecil sampai dengan sekarang membuat saya mampu menguasi berbagai hal diantaranya adalah:

Kemampuan dalam bidang komputer:
  1.  Menguasai Software standar (Microsoft Offcie) 
  2. Menguasai Software Multimedia (Adobe Premiere Pro, Adobe After Effect, Adobe Flash, Ulead Studio, Corel Video Studio, Recording Pro Tools, Sony Vegas, Ableton Live, Fruity Loop). 
  3. Menguasai Software Desain Grafis (Adobe Photoshop, Adobe Ilustrator, Adobe Indesign, Corel Draw) 
  4. Menguasai Software Pemrograman (Adobe Dreamweaver, Visual Studio) 
  5. Menguasai Bahasa Pemrograman (PHP, ASP.NET) 
  6. Menguasai CMS (CodeIgniter, Wordpress, Joomla, Blogspot) 
  7. Menguasai Database (MySQL) 
  8. Maintenance Komputer (Update Software, Instal Windows, Servis Komputer/Laptop) 
  9. Membuat Website 
  10. Membuat Program

Kemampuan dalam bidang musik:

  1. Bermain alat musik (Guitar dan Bass) 
  2. Menguasai Software Recording (Fruity Loop, Pro Tools, Ableton)

Beberapa kemampuan diatas saya dapatkan dengan melalui banyak proses dan pembelajaran dari ahlinya dan bahkan belajar dengan otodidak serta beberapa pembelajaran dari kelas di Universitas Gunadarma. Dari semua kemampuan yang saya miliki saya berkaca kedepannya apakah semua itu akan berguna dan bisa dipakai dalam pekerjaan, dan saya berkata semuanya itu BISA!!! Bahkan hampir dari semua lowongan pekerjaan yang menyangkut dengan IT, Pemrograman, Multimedia, Design Grafis semua kemampuan saya masuk dalam criteria.

Kamis, 23 Juli 2015

CURRICULUM VITAE

A.    Manfaat Vitae

Manfaat Curriculum vitae adalah menjelaskan keterangan diri, informasi diri, data diri dan sebagainya. Dengan CV, setiap orang yang membaca dan memeriksa CV seseorang akan dapat mengetahui dan menelaah setiap orang dari informasi diri yang telah diberikan, serta dapat memberikan gambaran seseorang melalui kegiatan – kegiatan atau dari spesifikasinya dalam pendidikan dan berorganisasi. Dengan kata lain manfaat CV menjelaskan kriteria diri dalam bentuk teks.

B.    Susunan Vitae

1.    Data pribadi. Bagian ini berisi nama, alamat, agama, email, nomor telepon dan identitas pribadi lainnya.

2.    Pendidikan. Bagian ini menjelaskan latar belakang pendidikan dan berhubungan dengan pekerjaan yang dituju. Pada umumnya, banyak yang membuat CV menjelaskan dari TK (Pendidikan paling dasar), SD, SMP sampai perguruan tinggi (Pendidikan terakhir).

3.    Pengalaman Kerja. Bagian ini adalah bagian yang paling dilihat oleh perekrut kerja. Pengalaman kerja memberikan gambaran apakah seorang kandidat sudah memiliki jam terbang yang cukup atau masih terbatas.

4.    Skill yang dimiliki seharusnya pada bagian ini perlu dijelaskan dalam CV skill apa saja yang telah dimiliki sebagai proses belajar maupun pengalaman dari pekerjaan sebelumnya. Dan dibuat dalam bentuk yang meyakinkan dan informatif.
5.    Training yang pernah diikuti untuk lebih meyakinkan lagi, perlu memasukkan daftar training yang pernah diikuti sebelumnya untuk memberi gambaran sejauh mana pemilik CV telah berkembang dan wawasan apa saja yang sudah dimiliki.

6.    Prestasi. Ini adalah bagian yang penting disamping pengalaman kerja yang menjelaskan keunikan, kelebihan dan presetasi sebagai individu sekaligus pencapaian di bidang tertentu.

7.    Kegiatan Ekstrakurikuler/Kemasyarakatan.

C.    Isi Curriulum Vitae
Secara umum, Curriulum Vitae berisi tentang data – data :
1.    Nama dan alamat
2.    Tanggal lahir
3.    Agama
4.    Status perkawinan
5.    Riwayat sekolah
6.    Kemampuan
7.    Pengalaman bekerja
8.    Foto


D.    Contoh

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama                                          : Raditya Pahlepi
Tempat, Tanggal Lahir               : Jakarta, 19 April 1994
Jenis Kelamin                             :Laki-laki
Agama                                       : Islam
Kewarganegaraan                      : Indonesia
Alamat                                       : Jl. Suka Raya No. 67 RT 06 / RW 07
Telepon                                     : 087178675809 ( HP )
                                                   (021)- 65725715 ( rumah )
Golongan Darah                       : O

 *Latarbelakang Pendidikan Formal

1997 – 2003  : SDN Sepatu 8
2003 – 2006  : SMPN Berani Malu, Irian
2006 – 2009  : SMAN 87, Irian
2009 – 2013  : Universitas Irian - Ilmu Ekonomi

Non Formal 2010 – 2011 : Kursus Bahasa Inggris di LIA
Rincian Pekerjaan :
-          Mengatur keuangan perusahaan
-          Mengatur jadwal bertemu klien

REFERENSI
http://www.anneahira.com/curriculum-vitae.htm
http://rohadi18setiawan.blogspot.com/2014/06/pokok-bahasan-curriculum-vitae-manfaat.html
http://yosuayordanio.blogspot.com/2014/11/tugas-softskill-membuat-curriculum.html
http://tiarafebdinatugassoftskill.blogspot.com/2015/01/bab-12-curriculum-vitae.html

Jumat, 19 Juni 2015

SURAT MENYURAT

A.    Pengertian Surat

Surat merupakan suatu sarana komunikasi tertulis untuk menyampaikan informasi, pernyataan atau
pesan kepada pihak lain yang mempunyai keperluan kegiatan dengan bentuk tertentu. Dengan demikian surat membawa informasi, pernyataan atau pesan yang diharapkan informasi itu akan tersampaikan kepada yang dituju oelh penulis surat.Apabila ditinjau dari sifatnya, surat adalah jenis karangan paparan, sebab pengirim surat mengemukakan maksud dan tujuannya, menjelaskan apa yang dipikirkannya dan dirasakannya melalui surat. Berbeda halnya jika ditinjau dari wujud penuturannya, surat merupakan percapakan tertulis, dari seseorang kepada seseorang, dari seseorang kepada lembaga, dari lembaga kepada seseorang, atau dari lembaga ke lembaga. Apabila ditinjau dari fungsinya, surat merupakan sarana komunikasi tertulis. Komunikasi tersebut dapat berupa pengumuman, pemberitahuan, keterangan dan sebagainya.

B.    Fungsi Surat

Surat merupakan salah satu sarana komunikasi berbahasa tulisan. Dari berbagai jenis surat yang
biasa digunakan dapat dikelompokan kedalam beberapa fungsi surat sebagai salah satu sarana dalam kegiatan berbahasa tulis, sebagai berikut:
1.      Sebagai alat komunikasi
Dalam hal ini surat dapat berfungsi untuk menyampaikan informasi. Informasi yang dimaksud dapat berupa pemberitahuan, pernyataan, permintaan, penawaran, laporan usulan, dan sejenisnya.
2.      Sebagai wakil penulis
Pada fungsi ini surat dapat mewakili keinginan penulis, sehingga penulis tidak perlu  bersusah payah untuk bertemu dengan penerima surat, yang mungkin jarak tinggalnya cukup jauh. Harapan dan keinginan penulis cukup diungkapkan dan diwakili oleh surat tersebut
3.      Sebagai alat bukti historis
Surat merupakan wujud kegiatan berbahasa tertulis, sehingga dapat dibedakan sebagai bukti historis. Contohnya ialah surat-surat pada arsip lama yang dapat digunakan sebagai bahan penelitian atau pengkajian guna mengetahui kegiatan atau keadaan suatu intansi atau sesuatu hal pada masa yang lampau.
4.      Sebagai pedoman pelaksanaan kerja
Sebagai wujud tertulis, surat dapat berupa ketentuan atau pedoman bagi pelaksanaan sesuatu. Surat-surat yang dimaksud pada fungsi ini, misalnya surat keputusan, intruksi, surat edaran, dan sebagainya
5.      Sebagai alat pengingat
Surat dapat disimpan dan diamankan, sehingga dapat dijadikan sebagai pengingat apabila terdapat kehilapan terhadap pesan surat. Contoh-contoh surat dalam fungsi ini ialah surat-surat yang diarsipkan dan sewaktu-waktu dapat dibuka lagi untuk mempermudah penyelesaikan suatu masalah atau pekerjaan
6.      Sebagai alat bukti tertulis
Surat dapat dijadikan sebagai bukti tertulis dari sesuatu urusan, sehingga jika terjadi kekeliruan atau kesalahpahaman surat merupakan bukti tertulis. Contohnya, surat perjanjian, surat sewa menyewa, surat jual beli, surat wasiat, dan sebagainya
7.      Sebagai alat untuk memperpendek jarak dan penghemat tenaga
Surat dapat dijadikan medai hantar informasi yang tidak terhambat oleh jarak; dengan surat hambatan jarak tidak menjadi alasan pemborosan energi dan waktu.
Bahasa surat

Bahasa surat biasanya memiliki cirri-ciri yaitu jelas isinya, lugas, menarik, dan sopan. Untuk lebih lengkapnya, lihat pembahasan berikut ini:
Jelas
Bahasa surat yang jelas maksudnya tidak hanya mudah dimengerti tetapi harus terbebas dari salah tafsir atau rancu, sehingga data-data yang dituangkan dalam surat sesuai dengan sasaran yang diinginkan. Bahasa dalam surat juga harus dapat menjelaskan siapa yang membuat surat itu kepada siapakah surat itu ditujukan. Oleh karena itu, surat harus menggunakan pilihan kata-kata yang cermat, kalimat yang utuh tidak menggantung, dan tanda baca yang benar serta tidak terlalu banyak menggunakan kata-kata atau istilah asing.

Lugas
Lugas artinya sederhana, praktis, bersahaja (simple). Jika diterapakn dalam pada penulisan kalimat dalam surat, berate kalimat yang digunakan harus langsung menunjukkan persoalan atau permasalahan yang pokok-pokok saja, tidak bertele-tele serta dapat mengungkapkan gagasan secara tepat sesuai dengan maksud yang dikehendaki.
Cara yang dapat dilakukan oleh penulis surat agar diperoleh bahasa surat yang lugas adalah sebagai berikut:
1)      Menghilangkan unsur-unsur yang tidak diperlukan
2)      Menghilangkan basa-basi
3)      Menambahkan unsur penjelas yang hilang
4)      Menggunakan istilah yang biasa digunakan dalam surat niaga
5)      Menempatkan tanda baca yang tepat

Menarik dan Sopan
Bahasa yang menarik adalah bahasa yang hidup, lugas, jelas, wajar, enak dibaca, tidak kaku, tidak menggunakan kata-kata yang telah using, dan tidak menggunakan kata makian yang dapat menyinggung perasaan orang lain. Bahasa yang menarik juga menghindari pengulangan kata yang mengakibatkan nada surat menjadi monoton atau membosankan lawan bicara.
Bahasa surat yang sopan maksudnya bahasa yang digunakan sederhana sesuai kaidah bahasa umumnya dan tidak menggunakan bahasa yang berlebihan sserta kata-kata yang merendahkan martabat orang lain.

C.    Bagian - bagian surat

1) Kepala atau kop surat
Kepala surat umumnya mencantumkan identitas lembaga organisasi yang terdiri atas:
a. Logo atau lambang lembaga atau perusahaan, organisasi
b. Nama lembaga
c. Alamat lembaga
d. Nomor telepon, teleks, faximile.
Khusus untuk surat perusahaan dapat ditambahkan macam usaha, bidang kegiatan, nomor izin usaha.
Fungsi kepala surat:
a. Mengetahui nama dan alamat kantor lembaga
b. Menginformasikan bidang usaha, jenis kegiatan
c. Alat promosi.

2) Nomor surat
Surat resmi yang mewakili suatu organisasi, lembaga atau perusahaan pada umumnya menggunakan nomor dan kode tertentu.
Penomoran surat itu berguna untuk:
a. Memudahkan pengaturan, baik untuk penyimpanan maupun penemuannya kembali apabila diperlukan
b. Mengetahui jumlah surat yang diterima dan yang dikeluarkan oleh organisasi, lembaga atau perusahaan
c. Memudahkan pengklasifikasian surat berdasarkan isinya
d. Penunjukkan secara akurat sumber dalam hubungan surat menyurat.
Secara umum rangkaian nomor surat terdiri atas nomor urut, kode, bulan, dan tahun pembuatan surat. Nomor urut menggunakan angka Arab, kode bervariasi, bulan dengan angka Romawi dan tahun ditulis utuh dan dapat
ditulis dua angka belakangnya saja. Penempatan nomor surat disesuaikan degan bentuk dan sistem penulisannya, yaitu:
a) Diletakkan disebelah kiri atas kertas untuk surat berperihal
b) Diletakkan dibawah judul untuk surat berjudul

3) Tanggal penulisan surat
Cara penulisan tanggal untuk surat pribadi atau yang berasal dari perorangan, tanggal sebaiknya didahului dengan penulisan alamat atau nama kota pengirim surat. Sedangkan untuk kertas berkepala tidak perlu mencantumkan alamat atau nama kota, karena hal itu sudah tercantum dalam kepala surat. Penulisan tanggal selalu diikuti dengan nama bulan dan tahun.

4) Lampiran yang disertakan
Pengiriman surat yang disertai lampiran dokumen disebut dalam isi surat. Penulisannya dibawah nomor surat disebutkan jumlah lembar, eksemplar atau cukup satu berkas. Penulisan jumlah ditulis dengan huruf kalau jumlah kurang dari sepuluh.

5) Hal atau perihal
Hal atau perihal berfungsi untuk memberi petunjuk kepada pembaca tentang pokok dalam surat. Hal atau perihal sama dengan judul pada surat berjudul. Beberapa hal teknik penulisan yang harus diperhatikan :
a. Hal atau perihal tidak ditulis dengan huruf kapital keseluruhannya, kecuali untuk judul surat berjudul
b. Hal ditulis dengan huruf kapital pada huruf pertama kata utamanya. Kata tugas ditulis dengan huruf kecil
c. Pada akhir perihal tidak menggunakan tanda titik karena perihal bukan kalimat

6) Alamat tujuan
Alamat tujuan terdapat dalam dua tempat. Pertama, ditulis disampul surat. Kedua, alamat yang ditulis pada lembar kertas surat. Alamat yang ditulis pada sampul biasanya harus lengkap. Sedangkan pada lembar kertas surat dapat tidak selengkap alamat yang tertulis pada sampul. Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam penulisan alamat tujuan adalah:
a. Kata kepada tidak wajib dipakai, karena mengandung unsur kemubaziran
b. Ungkapan ”Yang terhormat” atau singkatannya ”Yth.” dipakai untuk :
1) Menghormati orang atau pihak yang dikirim surat. Misalnya atasan, teman, kolega atau relasi kerja.
2) Menghormati pihak yang dituju dalam kedudukannya sebagai pejabat suatu lembaga, organisasi atau perusahaan. Ungkapan ”Yang terhormat” atau ”Yth.” tidak perlu dipakai apabila alamat yang dituju tidak menyebutkan nama atau jabatan seseorang.
c. Sebutan ”Bapak”, ”Ibu”, atau ”Sdr.” hanya dipergunakan apabila diikuti nama orang. Kata-kata sebutan tersebut tidak perlu digunakan apabila pihak yang dituju adalah lembaga atau jabatan tertentu.
d. Pada akhir setiap baris, termasuk baris terakhir tidak diperlukan tanda titik, kecuali apabila digunakan singkatan.
e. Tanda-tanda baca, seperti garis bawah, huruf kapital yang mencolok, yang tidak bermanfaat sebaiknya tidak digunakan.
f. Kode pos sangat dianjurkan untuk ditulis karena akan membantu petugas pos dalam mengirimkan surat tersebut (terutama bila dikirimkan melalui Perum Pos dan Giro).

7) Salam Pembuka
Salam pembuka berguna untuk menbuka pembicaraan dalam surat secara adab. Akan tetapi, surat yang tidak menggunakan salam pembuka pun tidaklah salah. Biasanya salam pembuka digunakan untuk surat-surat yang
berisi berita.
8) Isi Surat
Sebagaimana karangan yang lain, surat yang baik terdiri atas tiga bagian penting, yaitu bagian pembuka, bagian inti, dan bagian penutup
a. Bagian Pembuka
Bagian pembuka berguna sebagai pengantar bagi pembaca untuk segera mengetahui berita pokok yang akan disampaikan melalui surat tersebut. Dalam bagian pembuka sudah harus disebutkan inti masalah yang akan disampaikan kepada pihak yang dimaksud.
b. Bagian Inti
Bagian inti surat adalah bagian yang berisi maksud utama pengiriman surat. Kecuali surat pengantar, maksud utama pengiriman surat yang sudah disinggung pada bagian pembuka ditegaskan kembali atau dijelaskan lebih lanjut pada bagian inti.
c. Bagian Penutup
Bagian penutup merupakan penegasan, simpulan, harapan, atau ucapan terima kasih. Dengan demikian, bagian penutup menandai bahwa uraian pokok yang ingin disampaikan melalui surat sudah selesai. Bagian penutup hendaknya singkat, tegas, dan tidak perlu berbasa-basi secara berlebihan.

9) Salam Penutup
Salam penutup digunakan untuk menambah kesantunan dalam berkomunikasi. Walaupun salam penutup ini sangat baik digunakan, tetapi tidaklah berarti semua surat wajib menggunakan salam penutup. Salam penutup hanya digunakan dalam surat-surat berita.

10) Tanda Tangan dan Nama Penanggung Jawab
Dalam korespondensi Indonesia, penanda tangan surat adalah orang yang namanya tercantum dalam surat itu. Pencantuman nama seseorang dan hak untuk menandatanganinya tentu didasarkan atas kewenangannya dan jabatannya. Apabila penanda tangan surat itu diwakilkan kepada orang lain, maka harus disebutkan sebagai atas nama dan nama penanda tangan ditulis jelas di bawahnya. Tidak boleh nama yang tercantum lain dengan penandatangannya.
11) Tembusan
Tembusan digunakan bila ada pihak lain yang dianggap perlu mengetahui isi surat tersebut.

D.    Contoh surat

Contoh Surat Lamaran Kerja

Jakarta, 29 Mei 2013
Hal: Lamaran Pekerjaan
Kepada Yth,
Bapak / Ibu Manager personalia
PT. Maju Terus
Dengan hormat,
Sesuai dengan informasi lowongan kerja dari PT. Maju Terus, seperti yang termuat dari harian Cerah pada tanggal 14 Oktober 2011. Saya ingin mengajukan diri untuk bergabung ke dalam Tim Marketing di PT. Maju Terus sebagai berikut:
Nama : ……………………..
Tempat & tgl. Lahir : …………………..
Pendidikan Akhir : ………………….
Alamat : …………………
HP : ………………….
Email : ………………………
Status Perkawinan : ……………………..(single/nikah)
Saat ini saya bekerja sebagai staff di PT. Hampir mati, Saya senang untuk belajar dan dapat bekerja dengan baik secara mandiri maupun dalam tim.
Sebagai bahan pertimbangan, saya juga melampirkan :
1. Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae).
2. Foto copy ijazah terakhir.
3. Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
4. Pas foto terbaru.
Besar harapan saya kepada PT. Maju Terus untuk memberikan kesempatan wawancara dan diberi kesempatan untuk menjelaskan lebih mendalam tentang diri saya. Seperti yang tercantum di resume (riwayat hidup), saya mempunyai riwayat pendidikan, pengalaman berpotensi dan seorang pekerja keras.
Demikian surat lamaran pekerjaan ini saya buat dan saya sampaikan terima kasih atas perhatian Bapak / Ibu Manager personalia.
Hormat saya,

Contoh Surat Pengunduran Diri

Jakarta, 29 Mei 2013
Kepada, yth, Kepala. HRD PT XXX
Di Tempat
Dengan Hormat,
Dengan surat ini saya sebagai karyawan PT XXX berdasarkan Surat Kesepakatan Bersama ( SKB) mengenai peraturan tenaga kerja dan karyawan, maka:
Nama        : …………….
Departemen    : …………….
Jabatan        : …………….
No Karyawan    : …………….
bermaksud mengajukan permohonan pengunduran diri dari PT XXX karena (sebutkan alasan mengapa anda mohon mengundurkan diri dari PT XXX, tidak perlu detail). Surat ini saya buat sesuai prosedur hubungan industrial dan tanpa motivasi negatif. Saya berharap perusahaan bisa menerima keadaan saya dan memberikan hak-hak sesuai peraturan yang berlaku.
Demikian surat permohonan pengunduran diri ini saya buat dengan sejujurnya. Atas dukungan dan bantuan yang telah diberikan selama saya bekerja di PT XXX, saya ucapkan terima kasih.
Hormat Saya,
Jakarta, 29 Mei 2013
( …………………. )

Contoh Surat Kuasa

Yang bertanda tangan dibawah ini
Nama
: Etty Kusnaedi, SH, M.Si.
Jenis Kelamin
: Wanita
Tempat Tanggal Lahir
: Kuningan, 7 April 1968
Alamat
: Jl. Penjernihan 1 No. 27
  Kel. Pejomongan, Kec.Tanah Abang, Jakarta Pusat
No. KTP
: 34.65.03.1006.78910
Pekerjaan
: Direktur Utama PT. Agung Gemilang
Memberikan kuasa kepada
Nama
: Nursakum
Alamat
: Jl. Administrasi Negara 1 No. 9
  Kel. Petamburan, Kec. Tanah Abang, Jakarta Pusat.
No. KTP
: 35.76.02.1007.876543
Pekerjaan
: Karyawan PT. Agung Gemilang
Untuk pengambilan
: Satu Buah Buku BPKB Mobil Toyota Alphard
Nopol
: B 4716 UR
Warna
: Hitam Metalik
No. Mesin
: T-AVD-987-ID-9856565
No. Rangka
: MHUTG-9966546-AVD-68992.
Atas Nama
: Etty Kusnaedi, SH, M.Si.
Demikianlah Surat Kuasa ini saya buat agar dipergunakan sebagaimana semestinya.
Jakarta, 8 April 2013
Yang Diberi Kuasa                                              Yang Memberikan Kuasa
(Nursakum)                                                        (Etty Kusnaedi, SH, M.Si.)




REFERENSI
http://ketulangan.blogspot.com/2014/07/contoh-contoh-surat.html
http://gatotbukankaca.weebly.com/bahasa-indonesia-2-bagian-bagian-surat-resmi.html
http://arifiens.blogspot.com/2010/11/pengertian-dan-fungsi-surat.html
https://wiharsono.wordpress.com/2011/02/28/arti-surat-menyurat/
http://ikarizkisafitri.blogspot.com/2013/06/pengertian-bahasa-jenis-dan-ciri-ciri.html

Rabu, 20 Mei 2015

RANCANGAN USULAN PENELITIAN

GUNA RANCANGAN USULAN PENELITIAN

Guna rancangan usulan penelitian memberi pegangan yang lebih jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitiannya, menentukan Batas – Batas Penelitian yang berkaitan dengan tujuan Penelitian dengan perumusan Tujuan Penelitian yang jelas, maka dapat disusun suatu rancangan Penelitian yang menentukan batas-batas penelitian, sehingga peneliti dapat memusatkan perhatian dan  ke tujuan yang lebih efektif, Memberikan Gambaran yang jelas tentang apa yang harus dilakukan peneliti Dengan demikian, dapat dipikirkan cara – cara mengatasi kesulitan – kesulitan tersebut terlebih dahulu.

Jadi Rancangan usulan penelitian  merupakan suatu hasil dari penelitian yang diteliti yang dirancang dari langkah awal sampai dengan proses penyusunan penelitian. Rancangan usulanpenelitian yang menjelaskan tentang pokok permasalahan yang di teliti, teori, dan konsep serta data yang digunakan untuk melakukan penelitian. Rancangan usulan penelitian ini dilakukan untuk melatih kemandirian seseorang dalam membuat suatu rancangan penelitian.

Di dalam rancangan usulan penelitian memiliki tujuan untuk memperoleh informasi sebagai bahan penulisan yang akan dilakukan atau di teliti, seperti :
a)    Skripsi
b)    Makalah untuk seminar, simposium, dan pertemuan ilmiah lainnya
c)    Karangan ilmiah
d)    Tesis magister/disertasi doctor
e)    Laporan proyek

BENTUK DAN ISI USULAN PENELITIAN


Rancangan usulan penelitian untuk disertasi sekurang-kurangnya memuat unsur-unsur pokok sebagai berikut :

1.      Bagian Awal

•    Judul penelitian yang direncanakan akan dilakukan.
•    Identitas penyusun rancangan.
•    Tanggal pengajuan rancangan ke Program Pascasarjana.

2.      Bagian Utama

•    Rasional dari judul yang dipilih.
•    Perumusan masalah, telaah pustaka dan penelitian terdahulu.
•    Tujuan dan kegunaan penelitian.
•    Kerangka pemikiran teoritis.
•    Rancangan hipotesis, jika dipakai.
•    Metode penelitian.
•    Hasil yang diharapkan dan masalah yang diantisipasi
•    Jadwal penelitian

 3.   Bagian Akhir

•    Daftar pustaka sementara
•    Daftar riwayat hidup penyusun rancangan.

REFERENSI:

http://ankyfadwiasdi.blogspot.com/2013/06/guna-rancangan-usulan-penelitian-serta.html
http://yuliantiervy.blogspot.com/2013/06/rancangan-usulan-penelitian.html
http://globeoftheatre.blogspot.com/2014/05/bahasa-indonesia-2-rancangan-usulan.html
http://nurul-setyorini.blogspot.com/2015/01/tugas-ke-4-bahasa-indonesia-2-rancangan.html
https://suparman11.wordpress.com/2013/02/17/rancangan-usulan-penelitian/

LAPORAN ILMIAH

MACAM-MACAM LAPORAN ILMIAH

Untuk mengemukakan tentang macam laporan ilmiah, penjelasan Mukayat D. Brotowidjoyo1 sangatlah berarti. Mukayat melihat bahwa informasi yang disajikan dalam laporan itu dapat bermacam-macam. Kemungkinan isinya menyangkut pekerjaan yang sedang berlangsung atau yang sudah selesai atau menyangkut hasil uji atau analisis suatu varietas benda, sajian hasil penelitian atau penyidikan. Menurutnya, sulit untuk melakukan klasifi kasi mengingat bahwa berbagai laporan sangat variatif dan sifat-sifatnya tidak menentu. Walaupun demikian menurut Mukayat beberapa ahli condong untuk membagi macam-macam laporan tersebut.

1. Laporan Periodis

Laporan yang diserahkan setiap periode reguler dan dimaksudkan untuk menyediakan informasi tentang status organisasi atau aktivitasnya. Laporan bulanan, triwulan, atau catur wulan atau tahunan oleh Kepala Bagian, Kepala Sekolah atau Pimpinan Pesero kepada pemegang pesero adalah contoh-contoh laporan periodis.

2. Laporan Kemajuan

Laporan yang diserahkan guna menyediakan informasi tentang kemajuan suatu rencana usaha, seperti pembangunan bendungan dan proyek penelitian.

3. Laporan Hasil Uji

Laporan yang diserahkan guna menyediakan laporan tangan pertama tentang pengetahuan suatu benda (biasanya berupa kesimpulan), seperti kondisi suatu bangunan, pabrik, atau sumber alam.

4. Laporan Rekomendasi


Laporan yang diserahkan guna menyediakan keterangan dasar atau pujian terhadap sesuatu guna pertimbangan dalam tindakan berikutnya. Misalnya, laporan tentang letak daerah atau lokasi pabrik atau gedung bioskop, dan nasihat cara menaikkan efisiensinya.

5. Laporan Penelitian

Laporan yang diserahkan untuk memberi tahu tentang penemuan yang tidak diketahui sebelumnya dan diperoleh dari percobaan, penyelidikan, kuesioner, data akumulasi, dan sebagainya. Berbagai laboratorium lembaga penelitian, universitas, stasiun pertanian, stasiun meteorologi, kantor pemerintah, dan organisasi penelitian swasta secara tetap menerbitkan laporan-laporan itu.

Dengan melihat penggolongan laporan ilmiah tersebut, suatu prinsip yang dapat ditemui dalam setiap laporan ilmiah adalah kaidah-kaidah ilmiahnya, yang mungkin berbeda-beda menurut setiap bidang ilmu. Walaupun sangat beragam dan variatif, macam laporan ilmiah dapat dikategorikan menjadi hal-hal berikut.

1. Laporan kemajuan
 
Laporan yang disampaikan untuk melihat perkembangan kemajuan atau langkah yang telah ditempuh, untuk melihat kemungkinan munculnya kesulitan dan bagaimana rencana antisipasinya.

2. Laporan akhir

Laporan ini dapat didahului laporan kemajuan untuk melihat pencapaian yang diperoleh antara yang dicerminkan dalam usulan penelitian, laporan kemajuan, dan laporan akhir.

3. Laporan berkala

Suatu kinerja yang melibatkan karakter keilmiahan, dalam suatu periode waktu tertentu sehingga dapat diperoleh suatu gambaran dinamika dari periode yang satu dengan periode lainnya.

4. Laporan hasil uji

Laporan ini perlu juga menyertakan rekomendasi, setelah disampaikan informasi ilmiah tentang sesuatu, karena dimungkinkan akan menjadi dasar suatu kebijakan tertentu.
Mengenai macam laporan ilmiah berupa laporan penelitian, penulis berpendapat bahwa dalam setiap laporan yang disertakan karakter “ilmiah”, dapat diasumsikan melalui suatu penelitian, karena terikat dengan kaidah ilmiah. Karakter ilmiah dan proses penelitian yang dimaksud adalah karena aspek ketelitian, kecermatan, merupakan hal yang penting dalam setiap laporan ilmiah. Penelitian dapat dilakukan baik melalui studi kepustakaan maupun menyertakan data empiris.

CIRI-CIRI LAPORAN ILMIAH

Berikut adalah ciri-ciri laporan ilmiah menurut Mukayat Brotowidjojo :

1. Pembacanya seorang atau sekumpulan orang tertentu
2. Bentuk laporan yang disajikan atas permintaan atau perintah
3. Laporan bersifat sangat objektif
4. Bahasa dan nadanya formal
5. Judul, subjudul, dan sub-sub judul disusun dan diatur dengan perencanaan yang mantik

PERSYARATAN BAGI PEMBUAT LAPORAN ILMIAH


Menurut Mukayat Brotowidjojo persyaratan bagi pembuat laporan ilmiah sama halnya seperti bagi penulis karya tulis ilmiah, yaitu sebagai berikut :

1. Memiliki pengetahuan tangan pertama tentang hal yang dilaporkan
2. Memiliki sifat tekun dan teliti
3. Bersifat objektif
4. Kemampuan untuk menganalisis dan menyamaratakan
5. Kemampuan mengatur fakta secara sistematis
6. Pengertian akan kebutuhan pembaca

http://irriyanti.blogspot.com/2014/05/tulisan-laporan-ilmiah-dan-contohnya.html
http://asendra.blogspot.com/2013/05/laporan-ilmiah-tugas-bahasa-indonesia-2.html
http://alvitaprima.blogspot.com/2014/06/laporan-ilmiah-dan-contoh-laporan-ilmiah.html
http://niarizkizahara.blogspot.com/2014/06/menulis-laporan-ilmiah.html
http://mikhaanitaria.blogspot.com/2010/04/laporan-ilmiah.html

Minggu, 19 April 2015

METODE ILMIAH

METODE ILMIAH
1.                  Pengertian
Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris: scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah..

Metode ilmiah merupakan proses berpikir untuk memecahkan masalah
Metode ilmiah berangkat dari suatu permasalahan yang perlu dicari jawaban atau pemecahannya. Proses berpikir ilmiah dalam metode ilmiah tidak berangkat dari sebuah asumsi, atau simpulan, bukan pula berdasarkan  data atau fakta khusus. Proses berpikir untuk memecahkan masalah lebih berdasar kepada masalah nyata. Untuk memulai suatu metode ilmiah, maka dengan demikian pertama-tama harus dirumuskan masalah apa yang sedang dihadapi dan sedang dicari pemecahannya. Rumusan permasalahan ini akan menuntun proses selanjutnya.

Pada Metode Ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis
Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis dengan bertahap, tidak zig-zag. Proses berpikir yang sistematis ini dimulai dengan kesadaran akan adanya masalah hingga terbentuk sebuah kesimpulan. Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan sesuai langkah-langkah metode ilmiah secara sistematis dan berurutan.

Metode ilmiah didasarkan pada data empiris
Setiap metode ilmiah selalu disandarkan pada data empiris. maksudnya adalah, bahwa masalah yang hendak ditemukan pemecahannya atau jawabannya itu harus tersedia datanya, yang diperoleh dari hasil pengukuran secara objektif. Ada atau tidak tersedia data empiris merupakan salah satu kriteria penting dalam metode ilmiah. Apabila sebuah masalah dirumuskan lalu dikaji tanpa data empiris, maka itu bukanlah sebuah bentuk metode ilmiah.

Pada metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara terkontrol
Di saat melaksanakan metode ilmiah, proses berpikir dilaksanakan secara terkontrol. Maksudnya terkontrol disini adalah, dalam berpikir secara ilmiah itu dilakukan secara sadar dan terjaga, jadi apabila ada orang lain yang juga ingin membuktikan kebenarannya dapat dilakukan seperti apa adanya. Seseorang yang berpikir ilmiah tidak melakukannya dalam keadaan berkhayal atau bermimpi, akan tetapi dilakukan secara sadar dan terkontrol.
2.                  Tujuan Mempelajari Metode Ilmiah
1. Untuk meningkatkan keterampilan, baik dalam menulis, menyusun, mengambil kesimpulan maupun dalam menerapkan prinsip-prinsip yang ada.
2. Untuk mengorganisasikan fakta
3. Merupakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis.
4. Untuk mencari ilmu pengetahuan yang dimulai dari penentuan masalah, pengumpulan data yang relevan, analisis data dan interpretasi temuan, diakhiri dengan penarikan kesimpulan.
                 
5. Mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan.
3.                  Sikap Ilmiah

Sikap Ilmiah adalah suatu sikap yang menerima pendapat orang lain dengan baik dan benar yang tidak mengenal putus asa serta dengan ketekunan juga keterbukaan.  Sikap ilmiah merupakan sikap yang harus ada pada diri seorang ilmuwan atau akademisi ketika menghadapi persoalan-persoalan ilmiah untuk dapat melalui proses penelitian yang baik dan hasil yang baik pula.  Sikap ilmiah ini perlu dibiasakan dalam berbagai forum ilmiah, misalnya dalam seminar, diskusi, loka karya, sara sehan, dan penulisan karya ilmiah.
Metode Ilmiah didasari oleh adanya sikap ilmiah.  Sikap-sikap ilmiah tersebut meliputi :
      1.       Obyektif terhadap fakta. 
      2.       Tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan bila belum cukup data yang mendukung kesimpulan itu.
      3.       Berhati terbuka artinya menerima pandangan atau gagasan orang lain.
      4.       Tidak mencampur adukkan fakta dengan pendapat.
      5.       Bersikap hati-hati.
      6.       Sikap ingin menyelidiki atau keingintahuan (couriosity) yang tinggi.
      7.       Sikap menghargai karya orang lain.
      8.       Sikap tekun.
      9.       Sikap berani mempertahankan kebenaran.
     10.   Sikap menjangkau ke depan.
Didalam melakukan penelitian atau pengamatan tidak terlepas dari kegiatan atau eksperimen.  Eksperimen sangat menarik, tetapi sekaligus membahayakan.  Untuk itu, kita perlu mempunyai sikap dalam melakukan pengamatan supaya dalam bereksperimen dapat berjalan dengan baik.


4.            Langkah-Langkah Metode Ilmiah
Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:

1.                  Merumuskan masalah.
2.                  Merumuskan hipotesis.
3.                  Mengumpulkan data.
4.                  Menguji hipotesis.
5.                  Merumuskan kesimpulan.
Merumuskan Masalah
Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan kesadaran akan adanya masalah. Permasalahan ini kemudian harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya. Dengan penggunaan kalimat tanya diharapkan akan memudahkan orang yang melakukan metode ilmiah untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya, menganalisis data tersebut, kemudian menyimpulkannya.Permusan masalah adalah sebuah keharusan. Bagaimana mungkin memecahkan sebuah permasalahan dengan mencari jawabannya bila masalahnya sendiri belum dirumuskan?

Merumuskan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang masih memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis. Dalam metode ilmiah dan proses berpikir ilmiah, perumusan hipotesis sangat penting. Rumusan hipotesis yang jelas dapat memabntu mengarahkan pada proses selanjutnya dalam metode ilmiah. Seringkali pada saat melakukan penelitian, seorang peneliti merasa semua data sangat penting. Oleh karena itu melalui rumusan hipotesis yang baik akan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data yang benar-benar dibutuhkannya. Hal ini dikarenakan berpikir ilmiah dilakukan hanya untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan.

Mengumpulkan Data
Pengumpulan data merupakan tahapan yang agak berbeda dari tahapan-tahapan sebelumnya dalam metode ilmiah. Pengumpulan data dilakukan di lapangan. Seorang peneliti yang sedang menerapkan metode ilmiah perlu mengumpulkan data berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskannya. Pengumpulan data memiliki peran penting dalam metode ilmiah, sebab berkaitan dengan pengujian hipotesis. Diterima atau ditolaknya sebuah hipotesis akan bergantung pada data yang dikumpulkan. 

Menguji Hipotesis
Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hipotesis adalah jawaban sementaradari suatu permasalahan yang telah diajukan. Berpikir ilmiah pada hakekatnya merupakan sebuah proses pengujian hipotesis. Dalam kegiatan atau langkah menguji hipotesis, peneliti tidak membenarkan atau menyalahkan hipotesis, namun menerima atau menolak hipotesis tersebut. Karena itu, sebelum pengujian hipotesis dilakukan, peneliti harus terlebih dahulu menetapkan taraf signifikansinya. Semakin tinggi taraf signifikansi yang tetapkan maka akan semakin tinggi pula derjat kepercayaan terhadap hasil suatu penelitian.Hal ini dimaklumi karena taraf signifikansi berhubungan dengan ambang batas kesalahan suatu pengujian hipotesis itu sendiri. 

Merumuskan Kesimpulan
Langkah paling akhir dalam berpikir ilmiah pada sebuah metode ilmiah adalah kegiatan perumusan kesimpulan. Rumusan simpulan harus bersesuaian dengan masalah yang telah diajukan sebelumnya. Kesimpulan atau simpulan ditulis dalam bentuk kalimat deklaratif secara singkat tetapi jelas. Harus dihindarkan untuk menulis data-data yang tidak relevan dengan masalah yang diajukan, walaupun dianggap cukup penting. Ini perlu ditekankan karena banyak peneliti terkecoh dengan temuan yang dianggapnya penting, walaupun pada hakikatnya tidak relevan dengan rumusan masalah yang diajukannya.
Sumber :
http://rumus-ilmiah.blogspot.com/2014/08/pengertian-dan-langkah-metode-ilmiah.html
http://ikanurstantia.blogspot.com/2014/12/softskill-b-indonesia-2-tulisan-metode.html
http://ghozianrahmanaputra.blogspot.com/2013/05/metode-ilmiah-tugas-softskill.html
http://hadi27.wordpress.com/metode-ilmiah-dan-langkah-langkahnya/
http://andhykajulyanthio.blogspot.com/2014/05/metode-ilmiah.html
http://aria-prasetiadharma.blogspot.com/2014/03/teori-metode-ilmiah-dan-sikap-ilmiah.html