TUGAS
4
JUDUL
: KEPEMIMPNAN
1. Teori
dan arti penting kepemimpinan.
Arti
penting kepemimpinan adalah suatu sikap yang perlu dimiliki oleh setiap orang
agar bisa memimpin diri sendiri untuk managemen hidup dan orang lain, di
tengah-tengah perjalanan hidup didunia ini tidak jarang muncul saat-saat kritis,
saat-saat yang menentukan arah zamannya. Saat-saat itu tercita oleh timbulnya
masalah-masalah penting yang menurut sikap yang tegas dan cara penggarapan yang
cepat leagi tepat. Masalah yang menyangkut kehidupan keluarga,masyarakat,negara
dan dunia. Dalam keadaan-keadaan keritis itu diminta kehadiran tokoh-tokoh
pemimpin. Mereka adalah manusia-manusia yang tahu apa yang harus dikerjakan
pada saat-saat seperti ini. Mereka adalah orang yang memiliki kecakapan dan
kemampuan untuk mempengaruhi dan mengajak, mengumpulkan dan menggerakan
orang-orang lain untuk menangani persoalan-persoalan yang ada pada waktu itu.
Mereka adalah orang-orang yang mampu membina orang lain membentuk suatu
kesatuan kerja dan bersama-sama mereka rela bekerja, bahkan berkorban
kadang-kadang, demi beresnya persoalan itu. Mereka inilah orang-orang yang
disibut pemimpin.
·
Teori Sifat
Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin
ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin
itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang
berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan
pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai
atau ciri-ciri di dalamnya. Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin
menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah:
•
pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat,
rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas,
orientasi masa depan;
- sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri
relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif,
kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif;
- kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala
prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan
berkomunikasi secara efektif.
Walaupun teori
sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif,
tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas
kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita
renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai
berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan
oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.
·
Teori Perilaku
Dasar pemikiran
teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika
melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam
hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:
•
konsiderasi dan struktur inisiasi
Perilaku seorang
pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung,
membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta
memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan
perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.
•
berorientasi kepada bawahan dan produksi
perilaku pemimpin
yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan
atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan
serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan
perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan
penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian
tugas serta pencapaian tujuan.
Pada sisi lain,
perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua
yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan berdasarkan model
grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi
yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap bawahan/hubungan kerja.
Kecenderungan
perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari masalah fungsi
dan gaya kepemimpinan (JAF.Stoner, 1978:442-443)
·
Teori Situasional
Keberhasilan
seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan
dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan
dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu
dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan
tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah
•
Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas, Bentuk dan
sifat teknologi yang digunakan, Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan, Norma
yang dianut kelompok, Rentang kendali, Ancaman dari luar organisasi, Tingkat
stress, Iklim yang terdapat dalam organisasi.
2. Tipologi
kepemimpinan.
Sejak dahulu kepemimpinan menjadi salah satu kajian yang menarik untuk di
telaah secara mendalam, sebab arah peradaban suatu bangsa tak bisa lepas dari
sebuah gaya kepemimpinan seseorang.
Namun tentu saja setiap proporsi kepemimpinan dari seorang pemimpin senantiasa
berbeda-beda sebab itu semua bergantung pada bangunan epistemologis dan
konstruk ideologisnya masing-masing.
Ada beberapa tipologi kepemimpinan yang sering kali kita temukan dalam gaya
seorang pemimpin :
·
Gaya Otoriter/Totaliter
yaitu gaya kepemimpinan yang selalu memaksakan kehendaknya pada setiap orang
meskipun dengan jalan kekerasan, namun kebijakannya berlaku secara distributif
dan tanpa kompromi. Gaya ini secara epistemologis cenderung beraliran
Macchiavellian, Hobbesian.
·
Gaya Demokratis yaitu gaya
kepemimpinan yang cenderung selalu menggunakan musyawarah, namun gaya ini
sangat lemah mengambil sikap dalam setiap tindakannya dan terkesan pragmatik.
Gaya ini secara epistemologis cenderung beraliran liberal-moderat.
·
Gaya para Nabi yaitu gaya
kepemimpinan yang kharismatik dengan menggunakan jalan kemanusiaan, dalam arti
lebih mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan, dibanding dengan kepentingan
pragmatis. Gaya ini cenderung mengikuti aliran humanistik-teologis.
Dari beberapa tipologi kepemimpinan di atas, maka kita dapat memahami
bangunan epistemologis dan konstruk ideologisnya melalui gaya kepemimpinan dari
seorang pemimpin.
Dari hal tersebut di atas, maka kita dapat memahami pula bahwa tidak saya
maupun anda, setiap pemimpin dapat kita ketahui bangunan ideologis maupun
epistemologis melalui gaya kepemimpinan yang implementasikan.
3. Faktor-faktor
yang mempengaruhi kepemimpinan.
·
Faktor
Faktor Dalam Kepemimpinan :
o
Kepribadian, pengalaman masa lampau, dan
harapan dari pemimpin yang bersangkutan.
o
Harapan dan prilaku atasan.
o
Karakteristik, harapan dan prilaku
bawaan.
o
Persyaratan tugas.
o
Kultur dan kebijakan organisasi.
o 1.
Pemimpin
Dalam kaitannya dengan Kepemimpinan, Pemimpin memang
merupakan faktor esensial dari Proses Kepemimpinan itu sendiri. Serta Pemimpin
itu memang harus mengerti apa yang harus dia tahu dan apa yang harus dia
perbuat, atau istilah lainnya The Right Man on The Right Place.
o 2. Pengikut
(Followers)
Adalah salah satu faktor kepemimpinan yang membuat
Faktor pertama itu ada. Karena tanpa adanya Pengikut, otomatis Pemimpin pun tak
ada. Oleh karena itu Faktor Kepemimpinan dalam Pengikut ini lebih cenderung
pengertian akan apa saja yang Followers inginkan sehingga sebuah satuan fungsi
manajemen bisa berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Serta ada pula
yang mengatakan kalau berbeda Pemimpin maka berbeda pula gaya kepemimpinannya.
Oleh karena itu Pengikut disini memang harus menyesuaikannya dengan cepat.
o 3.
Komunikasi
Salah satu hal yang menjembatani antara Pemimpin dan
Pengikut adalah proses Komunikasi itu sendiri. Dengan adanya komunikasi.
Hubungan kerja antara dua belah pihak baik atasan maupun bawahan dapat sinergis
dan berjalan sesuai dengan apa yang telah dirancangkan sebelumnya.
o 4. Situasi
Dalam sebuah situasi tertentu, terkadang kita
diharusnkan untuk bertindak secara cepat dan refleks untuk menyelesaikannya.
Oleh karena itu kondusifitas situasi antara Atasan dan Bawahan memang harus
saling dikuatkan agara selalu terjadi kondisi situasi yang nyaman dan kondusif.
4. Implikasi
manajerial kepemimpinan dalam organisasi.
Dalam
implikasi manajerial tentang kepemimpinan ini saya mengambil contoh kasus dalam
sebuah organisasi EO(Event Organizer) dalam Event Organizer sangat sekali
dibutuhkan sikap kepemimpinan dari masing-masing orang yang dimana sikap ini
harus direalisasikan dalam suatu kergiatan kerja demi mencapai keinginan yang
telah dibuat, kepemimpinan dalam organisasi ini merupakan hal yang sangat
mendasar dimana sikap kepemimpinan ini yang utama harus dimiliki seorang
pemimpin dalam Event Organizer ini contoh dalam sebuah pelaksanaan acara
seorang pemimpin dan bawahan harus memiliki sikap kepemimpinan untuk
emnjalankan suatu acara hingga acara itu berhasil.
Referensi:
Buku : KEPEMIMPINAN
A.M.
Menggunardjana,SJ , Kepemimpinan, Kanisus 2002
Buku : PEMIMPIN ADILUHUNG GENEALOGI
KEPEMIMPINAN KONTEMPORER
Berliana
Kartakusuma , Pemimpin Adhiluhung Genealogi Kepemimpinan Kontemporer, Mizan
Publika 2006
Buku : SUKSES SEBAGAI MANAJER
PROFESIONAL TANPA GELAR MM ATAU MBA
Dr.Achmad
S.Ruky , Sukses Sebagai Manajer Profesional Tanpa Gelar MM Atau MBA, Gramedia
2008
http://sbm.binus.ac.id/2013/09/11/tipologi-kepemimpinan-unggul-bagian-ke-1/